KARYA TULIS ILMIAH
LEMPOK DURIAN INOVASI ISI METE
Disusun Oleh:
Nama: Fifit Avriyani
NIM: E01109013
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Tanjungpura
Pontianak
2010
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Indonesia dikenal sebagai Negara agraris karena potensi SDA untuk dikembangkan luas, maka mayoritas penduduk Indonesia menggantungkan hidup dari pemanfaatan hasil alam dan pengelolaan lahan pertanian. Hal ini menyebabkan pembangunan pertanian merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan. Dalam proses pembangunan pertanian, Pemerintah berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ditujukan dengan peningkatan pendapatan masyarakat dengan memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam mengadakan perluasan kesempatan kerja dan pembukaan lapangan kerja baru, contohnya: Pembuatan Lempok Durian Inovasi Isi Mete.
Kebiasaan masyarakat lokal yang menjadi sorotan sebagai masyarakat konsumtif dan bisa dikatakan sangat gemar dengan kuliner atau makanan ringan sebagai pilihan sajian keluarga. Durian merupakan salah satu tanaman tropis berasal dari Asia Tenggara, yang telah menyebar sejak dari Srilangka, India sampai ke Papua New Guine. Di Indonesia dan Malaysia durian umumnya ditanam di pekarangan. Di Thailand durian merupakan komoditas komersial yang sudah dikelola secara agribisnis. Tanaman durian di Indonesia saat ini sebagian besar masih bertumpu pada buah berskala kecil, baik di lahan-lahan kering, lahan pasang surut, maupun di pekarangan. Indonesia memiliki kekayaan melimpah atas beragam jenis buah tropic yang sudah dikenal dunia. Salah satu buah tropika unggulan nasional kita adalah durian (Durio zibethinus) yang merupakan tanaman buah bernilai ekonomi tinggi.
Duren atau durian merupakan buah musiman dimana yang diketahui bahwa rasa dan aromanya begitu khas dan unik. Bentuk dan rasa yang berkombinasi menjadi satu sangat menarik kita untuk merasakan dan mencicipi buah tersebut. Suatu konsep yang dibangun disini dimana masyarakat dapat menikmati buah tersebut dengan mudah dalam sajian dan kemasan yang lebih menarik serta mudah untuk dibawa – bawa pulang sebagai oleh – oleh untuk keluarga atau kerabat.
Konsep dodol durian isi mede ini sebenarnya sama dengan konsep kuliner atau masakan lainnya, pemilik harus bisa membaca keinginan konsumen dan membaca serta mengantisipasi kondisi buah musiman yang dua kali dalam setahun bisa dinikmati. Lempok adalah dodol dengan bahan utama dari buah durian yang merupakan makanan olahan tradisional andalan masyarakat Sumatera Selatan dan sekitarnya. Pembuatan lempok ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat dengan teknologi sederhana.
Potensi pasar lempok sangat tinggi baik dalam maupun luar daerah, hal ini dapat dilihat dari bahan utama yang digunakan dalam dodol ini sangat digemari oleh banyak konsumen. Dengan harga lempok yang relatif mahal, lempok akan memberikan nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi produsen.
B. PERUMUSAN MASALAH
Kendala yang dihadapi para produsen lempok duren adalah kurangnya peran pihak terkait dalam hal promosi yang menyebabkan pemasaran lempok hanya terbatas pada sekitar lokasi usaha saja. Sehingga dalam hal ini perlu adanya peran pemerintah untuk memperkenalkan komoditas ini ke daerah lain sampai ke luar pulau.
Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah kualitas dodol yang dihasilkan masih sederhana, untuk itu kami berusaha untuk membuat suatu inovasi baru berupa lempok duren inovasi isi kacang mete.
Kami mencoba inovasi ini, karena selama ini kita mengetahui bahwa kacang mete berada di dalam cokelat, oleh karena itu kami mencoba duren berisi mete yang menarik di pasaran.
C. TUJUAN DAN KEGUNAAN:
Tujuan dalam pembuatan lempok durian isi mete ini adalah sebagai berikut :
1. Turut serta dalam pengembangan kekayaan kuliner daerah pada khususnya, Indonesia pada umumnya di masyarakat.
2. Menjadikan Indonesia kaya akan makanan khas yang menarik dan unik.
3. Menciptakan masyarakat yang cinta akan produk dalam negeri.
4. Menciptakan kemudahan yang unik untuk para pencinta kuliner untuk memilih makanan khas yang bisa dijadikan oleh – oleh untuk merekabawa pulang.
5. Sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi pengusaha dalam mengembangkan usahanya.
Kegunaan pembuatan lempok durian isi mete ini adalah sebagai berikut :
1. Memotivasi para pengusaha lempok untuk terus menemukan inovasi-inovasi baru dalam pembuatan lempoknya.
2. Menarik minat konsumen terhadap penjualan lempok
3. Menambah lowongan pekerjaan jika usaha berkembang dengan baik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada saat ini perkembangan dunia usaha semakin pesat, penyajian yang semakin unik dan menarik merupakan daya tarik pertama yang akan dilirik oleh konsumen. Daerah Kalimantan Barat merupakan wilayah yang potensi wisatanya belum terlalu diperhatikan oleh Pemerintah sehingga masyarakat luar yang datang ke Kalimanta Barat memilih berwisata kuliner dengan memilih jajanan – jajanan yang enak, dan menarik. Jika makanan tersebut enak mereka tidak sungkan mengeluarkan uang banyak.
Teknologi informasi melaju dengan cepat, dimana semua informasi menjadi lebih transparant dan mudah didapat, menjadikan kemudahan kita untuk memproduksikan produk apa saja yang kita miliki, dari usaha kecil, menengah sampai usaha maju.
Durian atau duren yang memiliki cita rasa yang khas dan enak, dirasakan perlu dibuat sajian menarik supaya konsumen tertarik dan akhirnya membeli hasil produksi kita. Kalimantan Barat juga merupakan daerah penghasil buah durian yang cukup banyak setiap tahunnya karena produksi pada tingkat petani berpengaruh terhadap biaya – biaya yang dikeluarkan. Keuntungan yang diperoleh tergantung pada jenis dan hasil produksi tersebut. Tingginya produksi kurang mempunyai arti ekonomis jika tidak diiringi dengan pemasaran yang baik karena melalui pemasaran / tataniaga yang baik akan meningkatkan daya guna produksi.
Pemasaran pada umumnya memegang peranan penting atau merupakan kunci keberhasilan suatu usaha. Pemasaran hasil – hasil pertanian merupakan kegiatan usaha tani yang memerlukan keterkaitan dengan berbagai pihak. Efisiensi pemasaran buah durian menjadi penting dalam usaha pendirian rumah duren lempok untuk merangsang produktivitas petani yang akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani buah durian.
BAB III
PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Dalam gambaran umum rencana usaha buah durian perlu dilakukan sebuah konsep yang dinamis terdiri dari unsure/atribut spesifik mengenai penampilan dengan persepsi konsumen hendaknya memenuhi kriteria mutu meliputi :
1. Mutu visual yang meliputi ukuran (dimensi, berat dan volume), bentuk (rasio antar dimensi, keseragaman, kondisi permukaan kulit buah), warna (keseragaman warna, intensitas, gloss), kondisi umum (kemulusan, ada tidaknya cacat dan kerusakan).
2. Tekstur (mouthfeel) meliputi kekerasan, keempukan, kerenyahan, kesegaran, kealotan, kekentalan sari buah.
3. Flavor (rasa, aroma dan cita rasa) meliputi kemanisan, keasaman, intensitas dan kualitas aroma, off-flavor.
4. Niali gizi dan zat-zat yang berkhasiat (mutu fungsional) meliputi kandungan gula (karbohidrat), vitamin, mineral, anti oksidan (karoten, isoflavon), serat dan berkhasiat.
5. Keamanan yang meliputi bebas kontaminasi dan cemaran fisik lainnya (kotoran).
6. Kemudahan penanganan meliputi kemudahan untuk dikonsumsi, disajikan.
7. Sifat mutu lainnya seperti factor ekonomi (harga), lingkungan, umur simpanan, konsistensi suplai, sampah bekas kemasan.
1. Mutu visual yang meliputi ukuran (dimensi, berat dan volume), bentuk (rasio antar dimensi, keseragaman, kondisi permukaan kulit buah), warna (keseragaman warna, intensitas, gloss), kondisi umum (kemulusan, ada tidaknya cacat dan kerusakan).
2. Tekstur (mouthfeel) meliputi kekerasan, keempukan, kerenyahan, kesegaran, kealotan, kekentalan sari buah.
3. Flavor (rasa, aroma dan cita rasa) meliputi kemanisan, keasaman, intensitas dan kualitas aroma, off-flavor.
4. Niali gizi dan zat-zat yang berkhasiat (mutu fungsional) meliputi kandungan gula (karbohidrat), vitamin, mineral, anti oksidan (karoten, isoflavon), serat dan berkhasiat.
5. Keamanan yang meliputi bebas kontaminasi dan cemaran fisik lainnya (kotoran).
6. Kemudahan penanganan meliputi kemudahan untuk dikonsumsi, disajikan.
7. Sifat mutu lainnya seperti factor ekonomi (harga), lingkungan, umur simpanan, konsistensi suplai, sampah bekas kemasan.
System manajemen rumah produksi terdiri dari manajer dengan enam orang karyawan. Untuk pemasaran manajer terjun langsung ke berbagai tempat di seluruh Kabupaten Sanggau bahkan sampai di Ibu Kota Provinsi tepatnya di salah satu pusat perbelanjaan kuliner dan makanan khas Kalimantan Barat.
Dodol tersebut dikemas dengan berbagai macam bentuk kemudian diperkirakan mampu bertahan kira – kira dua sampai tiga bulan di pasaran tanpa bahan pengawet, Karena konsep ini dari warga dan untuk warga, maka hal – hal yang berhubungan dengan struktur organisasi mekanisme pengelolaan yang transparant dan professional, terutama lagi kebersihan rumah produksi harus diperhatikan, kebersihan kawah atau kuali harus dijaga.
B. METODE PELAKSANAAN
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey terhadap lempok isi kacang mede, maupun dengan pengadaan literature-literatur serta browsing beberapa info yang bisa kami dapatkan.
C. RANCANGAN BIAYA
Dalam pemasarannya, Apakah dodol durian isi mete ini mahal ? Jawabannya adalah iya. Contoh satu durian bisa seharga Rp. 3500 – Rp. 25.000, selain itu harga kacang mete /kg nya mencapai Rp. 65.000 namun harga gula sebagai bahan yang wajib melengkapi rasa duren tersebut menjadi lezat perkilonya seharga Rp. 10.000 – Rp. 12.000 dan kalau dirinci satu kawah / kuali besar bisa masuk 30 – 70 buah duren yang telah dilundik (diambil isinya) untuk diaduk kemudian dimasak bersama 10 – 15 kilo gula pasir selama 5 – 8 jam, belum lagi proses mengaduk dan penyediaan kayu bakar yang satu batang kayu bakar seharga Rp. 200 - 300 dan memerlukan 100 – 1000 kayu bakar dan jika sehari ada dua sampai tiga kali adukan membutuhkan 50 – 5000 kayu bakar, berarti 1000 kayu bakar bisa digunakan untuk dua hari.
· Bahan dan Peralatan yang dibutuhkan
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat lempok durian adalah:
1. Daging buah durian
2. Santan kental
3. Gula pasir sebanyak 25% dari berat daging
4. Gula merah
5. Daun pandan wangi
6. Vanili Garam
1. Daging buah durian
2. Santan kental
3. Gula pasir sebanyak 25% dari berat daging
4. Gula merah
5. Daun pandan wangi
6. Vanili Garam
7. Kacang Mete
Peralatan yang digunakan adalah :
1. Sendok atau sejenisnya untuk memisahkan antara biji dan daging dengan cara mengikis/mengerok perlahan-lahan.
2. Pisau
3. Timbangan untuk mengukur berat daging durian
4. Kuali besar / kawah untuk memasak dodol.
5. Kayuh untuk mengaduk dodol.
6. Kayu bakar
7. Lain – lain ( Biaya pegawai & Biaya transfortasi pemasaran ).
· Langkah – langkah Kerja Penyiapan Sarana dan Prasarana
1. Durian pertahun durian bisa keluar 3 kali musiman, awal tahun, pertengahan tahun dan akhir tahun, dari inilah kita bisa mengantisipasi stock bahan dasar dodol durian tersebut.
2. Setiap musimnya durian tersebut bisa masuk persedian gudang, produsen mempunyai strategi berlangganan dengan perkebunan durian.
3. Kendaraan yang dipergunakan oleh produsen yaitu adalah kendaraan pribadi berupa motor, dan setiap wilayah bisa ditempuh, sehingga memudahkan system pemasaran.
4. Kita juga langsung memasarkan produk ke gallery-galery wisata pengunjung.
Diagram Alir Pembuatan Lempok Durian
![]() | ||||||
![]() | ||||||
![]() | ||||||


![]() | |||
CARA PENGOLAHAN
1. Buah durian dibelah dan isinya dikeluarkan.
2. Kemudian dagingnya dipisahkan dari biji dengan cara mengikis perlahan - lahan agar tidak melukai biji. Unutk mengikis dapat menggunakan sendok atau sejenisnya.
3. Lalu daging buah yang akan digunakan ditimbang.
4. Masukkan dalam wajan daging buah dan santan kental
5. Baru ditambahkan gula pasir dan gula merah. Untuk menambah cita rasa dari lempok yang akan dihasilkan ditambahkan pada adonan vanili,garan dan daun pandan wangi.
6. Kemudian adonan dimasak.
7. Baru kemudian yang sudah matang (berwarna coklat muda) adonan dituangkan dalam piring atau cetakan yang kemudian masukkan kacang mede yang telah dipotong-potong dan diangin-anginkan hingga dingin selama 18 jam lalu disimpan.
9. Kemudian bisa dikemas dengan kantong plastic.
PENGEMASAN
Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan lempok dapapat dikemas dengan alumunium foil, plastic wrapping, kertas perkamen (Parchement paper) dan alumunium foil+wrapping. Setelah diadakan pengamatan terhadap kadar air, kandungan asam lemak bebas, total jamur dan penagamatan sensoris didapatkan bahwa lempok durian yang dikemas menggunakan perkamen dapat memperpanjang umur simpan lempok durian lebih lama (191 hari) dibandingkan dengan kemasan alumunium foil (113 hari), kemasan alumunium + wrapping (122 hari) dan kemasan wrapping (33 hari).
Untuk melihat pendapatan penjualan perbulan dengan menggunakan hitungan standar penjualan ke konsumen di sepuluh pasar penjualan, Dari sepuluh gallery penitipan dodol durian, mereka mendapatkan pembagian 25% dari hasil penjualan dan 75% untuk produsen.
Melihat dari latar belakang dan estimasi dana yang diperlukan, dengan dana awal Rp.6.605.000,- . Dengan pendapatan Rp. 15.750.000 perbulannya dengan potongan Rp. 3.937.500,- dikurangi dengan modal awal, maka pendapatan perbulannya adalah sekitar Rp. 5.207.500
DAFTAR PUSTAKA
Ø http://muslimahsakura90.wordpress.com/2009/12/23/all-about-lempok-durian-durio-zibethinus-nyammii/




